• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Kajian Hadis musthalah & ulumul hadits

Pembagian Khabar Ditinjau Dari Kuantitasnya

Binti Masrurah by Binti Masrurah
Agustus 29, 2023
in musthalah & ulumul hadits
0
Pembagian Khabar Ditinjau Dari Kuantitasnya

Penulis: Binti Masruroh

Seperti yang telah kita ketahui, pengertian khabar dalam ilmu hadits lebih general dari pengertian hadis. Khabar ialah sesuatu  yang disandarkan kepada Nabi saw maupun dari selain beliau, baik   berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapannya (taqrir). Maksud dari selain beliau adalah sesuatu yang disandarkan tersebut bisa dari sahabat atau para tabiin.

Dilihat dari sisi sampainya kepada kita, khabar terbagi menjadi  khabar mutawattir dan khabar ahad. Khabar muttawatir adalah khabar yang diriwayatkan oleh banyak rawi (paling sedikit 10 perowi) dalam setiap thabaqat (tingkatan) sanadnya, yang menurut akal dan adat kebiasaan para perowi tersebut mustahil untuk bersepakat berdusta.

Sedangkan khabar ahad adalah khabar yang diriwayatkan oleh satu orang   atau khabar yang tidak terkumpul syarat-syarat khabar muttawatir. Khabar ahad menunjukkan kepada pengetahuan yang sifatnya teoritis, yaitu pengetahuan yang tegak karena adanya teori dan dalil. Khabar ahad sendiri jika ditinjau berdasarkan jumlah jalur hadits nya dibagi menjadi tiga; Hadis masyhur, Hadis ‘aziz, dan Hadis gharib.

Hadis Masyhur menurut bahasa merupakan isim maf’ul dari syahartu al-amra, yang berarti saya mengumumkan atau menampakkan suatu perkara. Disebut seperti itu karena penampakannya yang sangat jelas. Sedangkan menurut istilah hadis masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang rawi atau lebih disetiap tingkatannya, asal (jumlahnya) tidak mencapai derajat mutawatir.

Hukum hadis masyhur tidak dapat diklaim sebagai hadis yang shahih atau tidak shahih, melainkan ada yang shahih ada juga yang hasan, ada yang dhaif bahkan yang maudhu’. Kitab-kitab populer yang di dalamnya terdapat hadits yang masyhur di antaranya adalah: Al-Maqashid al-Hasanah fima ‘ala al-Alsinati  Karya as-Saknawi, Tamyizu at-Thayyib min al-Khabits fima Yaduru ‘ala Alsinati an-Nas min al-Hadits karya Ibnu ad-Daiba’ as-Syaibani, Kasyfu al-Khafa wa Muzail al-Ilbas fima isyhtahara min al-hadits ‘ala al-sinati an-nas karya al-Ajiluni.

Hadis Aziz adalah hadis yang diriwayatkan setidaknya oleh dua perowi pada tiap tingkatan sanadnya, menurut redaksi yang lain, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh dua orang perowi pada salah satu tingkatan sanadnya. Apabila hadis aziz memenuhi syarat sebagai hadis shahih, maka hadis tersebut masuk kategori hadis shahih karena hadits aziz itu belum tentu hadits shahih. Hadits aziz jika tidak memenuhi syarat-syarat hadits shahih secara sempurna maka hadits aziz tersebut bisa masuk kategori hasan bahkan dha’if.

Contoh hadits Aziz dalam  kitab shohih Bukhori :

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ : حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح وَحَدَّثَنَا آدَم، قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ، وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ”.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ,dia berkata: Nabi Muhammad saw.bersabda “Tidaklah seorang di antara kalian beriman, sehingga aku menjadi orang yang paling dia cintai. Dibandingkan ayahnya, anaknya, dan seluruh umat manusia”.

Pada tingkat sahabat, hadis tersebut diriwayatkan oleh dua orang sahabat yaitu, sahabat Anas dan abu Hurairah. Lalu pada tingkat tabi’in oleh Anas diriwayatkan kepada Qatadah dan Abdul Aziz bin Shuhaib, Selanjutnya pada tingkatan tabi’ut tabiin hadits ini diriwayatkan dari Qatadah kepada dua orang perawi  yaitu Syu’bah dan Sa’id, dari Abdul aziz bin Shuhaib meriwayatkan kepada dua orang perowi juga yaitu Ismail bin ’Ulaiyah dan Abdul Warits. Lalu setelah itu, masing-masing dari para perawi itu diriwayatkan kepada banyak perawi.

Hadis Gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang rawi sendirian. Bisa disetiap thabaqotnya dari seluruh thabaqot sanadnya, atau disebagian thabaqat sanad, bisa juga dalam satu thabaqat saja. Hadis gharib oleh para ulama juga disebut dengan alfardu keduanya memiliki arti yang sama. Tetapi sebagian ulama lainnya membedakan arti keduanya.

Ditinjau dari aspek tempat menyendirinya perawi, hadis gharib terbagi menjadi dua, yaitu: Hadis gharib mutlak (fard mutlak) dan hadis gharib nisbi (fard nisbi). Selain ditinjau dari aspek tempat menyendirinya perowi para ulama juga mengategorikan hadits gharib dari sisi gharibnya sanad dan matan, yaitu : hadis gharib matan dan sanad dan hadis gharib matan, bukan sanad.

Hadis gharib matan dan sanad adalah hadis yang matannya diriwayatkan oleh seorang rawi saja, Sedangkan definisi dari hadis gharib matan bukan sanad adalah hadis yang matannya diriwayatkan oleh sekelompok sahabat, namun diriwayatkan secara menyendiri dari sahabat lainnya. Terdapat beberapa kitab yang banyak memuat hadits gharib didalamnya, diantaranya yaitu Musnad al-Bazzar dan kitab Mu’jam al-Ausath-nya at-Thabrani.

Penulis merupakan mahasantri hadis angkatan ke-7

Tags: ahadazizgharibmusthalahmusthalah haditsPembagian hadis
Previous Post

Penulisan dan Pembukuan Hadis pada Abad Pertama Hijriah

Next Post

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Ahli Fikih (Faqih)?

Binti Masrurah

Binti Masrurah

Related Posts

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat
Kajian Hadis

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

by Irma Nurdin
April 4, 2026
Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah
Kajian Hadis

Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah

by Naufal Afif
November 9, 2025
Menguak Fakta Panglima Pasukan Karbala dan Statusnya dalam Neraca Ilmu Hadis
Kajian Hadis

Menguak Fakta Panglima Pasukan Karbala dan Statusnya dalam Neraca Ilmu Hadis

by Husnu Widadi
Juli 7, 2025
Kritik Hadis dan Metodologi Tahammul dalam Hadis Nabi SAW
Kajian Hadis

Kritik Hadis dan Metodologi Tahammul dalam Hadis Nabi SAW

by Vigar Ramadhan
Juni 23, 2025
Mengenal Indikator-Indikator dalam Mengidentifikasi Illat pada Hadis
Kajian Hadis

Mengenal Indikator-Indikator dalam Mengidentifikasi Illat pada Hadis

by Husnu Widadi
Mei 14, 2025
Next Post
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Ahli Fikih (Faqih)?

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari Ahli Fikih (Faqih)?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Antara Pragmatisme Kuliah dan Urgensi Belajar Hadis

Antara Pragmatisme Kuliah dan Urgensi Belajar Hadis

September 4, 2025
Self Improvement dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist

Self Improvement dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist

Agustus 29, 2023
Hadis Ghorib adalah Hadis Palsu: Mengenal Teori Common Linknya G.H.A Juynboll

Hadis Ghorib adalah Hadis Palsu: Mengenal Teori Common Linknya G.H.A Juynboll

Januari 24, 2024

Browse by Category

  • Berita
  • biografi & kisah
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Hot news & Isu terkini
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Kajian Hati
  • Kualitas Hadis
  • musthalah & ulumul hadits
  • Opini
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Resensi
  • Respon & Opini
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • Tafsir dan Ulum al-Qur'an
  • Tarikh Tasyri'
  • Tasawuf & Riyadhah
  • Tekno
  • tidak tahu

Browse by Tags

agama Alam artikel bumi demonstrasi dermawan dirasat asanid fikih hadis Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa qur'an Ramadhan sains sanad sejarah Shalat takhrij Tarawih Tasawuf Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Kontributor NUSKHA
  • Login
  • Logout
  • Register
  • Kirim tulisan (via whatsapp)
  • Katalog Perpustakaan MAHA
  • Risalah bakalurius (skripsi) MAHA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Login/menulis
  • Buat akun
  • Opini
  • Tafsir
  • Kajian Aqidah
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Tasawuf & Riyadhah

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mau mengirim tulisan?
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?