• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Hasyimian

Adab Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari Dalam Mengkritik

Muhammad Ridwan by Muhammad Ridwan
Maret 2, 2024
in Hasyimian
0
Adab Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari Dalam Mengkritik

Ada hal menarik yang kami  petik dari salah satu  pernyataan yang disampaikan  guru kami Dr. Anang Firdaus Ketika beliau menjadi seorang pemateri dalam acara silaturahim santri pondok pesantren al-Amin Madura  ke pondok pesantren Tebuireng.

Dr. Anang mengatakan bahwasanya ketika beliau mengkaji salah satu kitab karangan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari yakni kitab at-Tibyan fi an-Nahyi an Muqoati al-Arham, beliau menemukan sebuah hikmah yang luar biasa dari kisah antara Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dengan kyai yang juga seorang mursyid tarekat Naqsabandiyah di kota Jombang pada saat itu.

Seorang kyai ini merupakan ahli ibadah dan juga ahli tirakat, namun beliau kaku dan tidak pandai bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya (cenderung lebih menyukai uzlah). Namun hal itu berbanding terbalik ketika tamunya adalah orang penting. Suatu hari Ketika ada seorang pejabat pemerintahan yang mendatangi beliau dan meminta doa kepada beliau secara langsung beliau menerimanya dengan halus dan mendoakannya.

Kabar ini sampai ke telinga Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dan hal ini menjadi kontroversial di mata beliau sampai-sampai beliau mendatangi rumahnya dan memanggil kyai tersebut untuk keluar dari rumahnya. Saat itu, Hadratussyeikh menyampaikan hadist Nabi Muhammad yang berbunyi,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] telah mengabarkan kepada kami [Ma’mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” (Hadits Bukhari Nomor 5673)

Setelah mendengarkan nasihat dari Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dan merenungi nasihat tersebut, tak lama tokoh mursyid tadi mendatangi Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dan beliau berkata “Benar kamu wahai saudaraku (KH. Hasyim Asy’ari), mulai sekarang aku akan meninggalkan uzlah ku dan melakukan hal yang dilakukan manusia pada umumnya”.

Dan cerita ini  diabadikan dalam kitab Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul at-Tibyan fi an-Nahyi an Muqoati al-Arham tanpa menyebutkan nama yang bersangkutan secara langsung.Ini merupakan adab yang luar biasa yang ditampilkan secara tidak langsung oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari di dalam kitabnya saat mengkritik seseorang.

Kenapa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitabnya tidak mencantumkan nama seorang tokoh mursyid tadi secara langsung? Karena jika beliau mencantumkan namanya secara langsung maka akan mengakibatkan marwah dan kewibawaan dari seorang tokoh mursyid tadi itu hilang di pandangan masyarakat terutama bagi kita para santri yang mempelajari ilmu dari beliau .

Ini merupakan adab yang luar biasa yang ditampilkan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari kepada kita semua, semoga dengan kita mempelajari dan mengkaji kitab-kitab beliau menjadi keberkahan untuk kita semua. Aamiin ya rabbal alamin.

Keterangan tersebut dapat dilihat pada lembaran berikut,


Penulis merupakan mahasantri angkatan Syalmahat

Tags: adabat-Tibyan fi an-Nahyi an Muqoati al-ArhamHadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari
Previous Post

Bantahan Ulama Terhadap Teori Projecting Back dan Argumenta E-Silentio Joseph Schacht

Next Post

Kiai Hasyim Asy’ari: Amalkan Boleh, Fatwakan Jangan, Demi Keutuhan Umat

Muhammad Ridwan

Muhammad Ridwan

Ketua angkatan Syalmahat,ganteng , pemberani,dan rajin menabung gaiss

Related Posts

Mengawinkan Lintas Pemahaman Lewat Mudzakarah (Refleksi Khutbah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari)
Hasyimian

Mengawinkan Lintas Pemahaman Lewat Mudzakarah (Refleksi Khutbah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari)

by Muhammad Alamudin
November 15, 2024
Benarkah KH. Hasyim Asy’ari Seorang Plagiator? Statement dan Sanggahan
Hasyimian

Benarkah KH. Hasyim Asy’ari Seorang Plagiator? Statement dan Sanggahan

by IlHAM ZIDALHAQ
November 11, 2024
Metode Berfikir Fikih ala Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari
Hasyimian

Metode Berfikir Fikih ala Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari

by IlHAM ZIDALHAQ
November 8, 2024
Kiai Hasyim Asy’ari: Amalkan Boleh, Fatwakan Jangan, Demi Keutuhan Umat
Hasyimian

Kiai Hasyim Asy’ari: Amalkan Boleh, Fatwakan Jangan, Demi Keutuhan Umat

by Mohamad Anang Firdaus
Maret 13, 2024
Next Post
Kiai Hasyim Asy’ari: Amalkan Boleh, Fatwakan Jangan, Demi Keutuhan Umat

Kiai Hasyim Asy'ari: Amalkan Boleh, Fatwakan Jangan, Demi Keutuhan Umat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Tafsir Ahkam: Hijab Style di Era Serba Tren

Tafsir Ahkam: Hijab Style di Era Serba Tren

Juli 30, 2025
Ternyata, “Daging Bergizi Itu” Juga Ada di Warung Kopi

Ternyata, “Daging Bergizi Itu” Juga Ada di Warung Kopi

Maret 28, 2026
Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan

Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan

Maret 16, 2026

Browse by Category

  • Berita
  • biografi & kisah
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Kualitas Hadis
  • musthalah & ulumul hadits
  • Opini
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Resensi
  • Respon & Opini
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • Tafsir dan Ulum al-Qur'an
  • Tarikh Tasyri'
  • Tasawuf & Riyadhah
  • Tekno
  • tidak tahu

Browse by Tags

ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dermawan dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis Puasa qur'an Ramadhan sanad sejarah Shalat takhrij Tarawih Tasawuf Tebuireng ulama
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Kontributor NUSKHA
  • Login
  • Logout
  • Register
  • Kirim tulisan (via whatsapp)
  • Katalog Perpustakaan MAHA
  • Risalah bakalurius (skripsi) MAHA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Login/menulis
  • Buat akun
  • Opini
  • Tafsir
  • Kajian Aqidah
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Tasawuf & Riyadhah

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mau mengirim tulisan?
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?