• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Kajian Hadis Hadis Tematik

Salat Tarawih dalam Kajian Hadis; Telaah atas Hadis dan Pemaknaannya

Vigar Ramadhan by Vigar Ramadhan
Maret 3, 2025
in Hadis Tematik, Kajian Hadis
0
Salat Tarawih dalam Kajian Hadis; Telaah atas Hadis dan Pemaknaannya

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya di bulan suci ini. Dan di antara ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah salat tarawih. Seperti sabda yang Rasulullah saw. ucapkan:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang qiyam pada bulan Ramadan (salat Tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” (HR. Imam Muslim, no.1266).[1]

Sependek-pendeknya, hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan salat tarawih, yakni sebagai sarana untuk mendapatkan ampunan Allah Swt. dari dosa-dosa yang telah lalu. Salat tarawih ini bukan sekadar ritual tambahan di malam-malam Ramadan, tetapi juga menjadi wujud kehambaan dan ibadah khusus di bulan Ramadhan. Namun, penting diingatkan, bahwa meskipun memiliki keutamaan yang besar, salat tarawih tetaplah bersifat sunah, bukan fardhu.

Dalam perjalanan sejarahnya, salat tarawih mengalami dinamika pada praktiknya. Rasulullah saw. sendiri pernah melaksanakannya di masjid, lalu tidak keluar lagi pada malam-malam berikutnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu:

وَقَالَ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي سَالِمٌ أَبُو النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ احْتَجَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُجَيْرَةً مُخَصَّفَةً أَوْ حَصِيرًا فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيهَا فَتَتَبَّعَ إِلَيْهِ رِجَالٌ وَجَاءُوا يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ ثُمَّ جَاءُوا لَيْلَةً فَحَضَرُوا وَأَبْطَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُمْ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ فَرَفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ وَحَصَبُوا الْبَابَ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ مُغْضَبًا فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا زَالَ بِكُمْ صَنِيعُكُمْ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُكْتَبُ عَلَيْكُمْ فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلَاةِ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ

Zaid bin Tsabit meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah membangun ruangan kecil yang ditutupi dengan tikar, lalu beliau salat di dalamnya. Orang-orang yang mengetahui hal itu pun ikut salat bersama beliau. Namun, pada malam berikutnya, Rasulullah saw. tidak keluar. Orang-orang pun mulai bersuara dan melempari pintu dengan kerikil untuk menarik perhatian beliau. Rasulullah saw. kemudian keluar dalam keadaan marah dan bersabda, “Masih saja kalian bersikeras datang hingga aku mengira salat ini akan diwajibkan atas kalian. Maka, hendaklah kalian mengerjakan salat di rumah kalian masing-masing, karena sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib.” (HR. Imam Bukhari, no. 6113).[2]

Kemudian hadis ini menjadi dalil bahwa Rasulullah saw. tidak ingin memberatkan umatnya. Jika beliau terus melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid, maka ada kemungkinan umat mengira bahwa hal itu wajib dilakukan. Maka bagaimana beratnya para pekerja yang waktu istirahat malamnya terbebani tarawih sebulan penuh. Oleh karena itu, Rasulullah saw. lebih memilih untuk menahan diri agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atas kesunahan salat tarawih. Dalam kitab Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, pada syarah hadis Imam Bukhari di atas, Ibnu Hajar menjelaskan beberapa point penting bahwa,

قَوْلُهُ ” وَحَصَبُوا الْبَابَ ” أَيْ رَمَوْهُ بِالْحَصْبَاءِ ، وَهِيَ الْحَصَى الصِّغَارُ تَنْبِيهًا لَهُ وَظَنُّوا أَنَّهُ نَسِيَ .  قَوْلُهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : ( فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ ) هَذَا عَامٌّ فِي جَمِيعِ النَّوَافِلِ الْمُرَتَّبَةِ مَعَ الْفَرَائِضِ وَالْمُطْلَقَةِ إِلَّا فِي النَّوَافِلِ الَّتِي هِيَ مِنْ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ ، وَهِيَ الْعِيدُ وَالْكُسُوفُ وَالِاسْتِسْقَاءُ وَكَذَا التَّرَاوِيحُ عَلَى الْأَصَحِّ ، فَإِنَّهَا مَشْرُوعَةٌ فِي جَمَاعَةٍ فِي الْمَسْجِدِ ، وَالِاسْتِسْقَاءُ فِي الصَّحْرَاءِ ، وَكَذَا الْعِيدُ إِذَا ضَاقَ الْمَسْجِدُ

Mereka melemparkan kerikil-kerikil kecil ke pintu untuk memperingatkan beliau dan membuat beliau mengira bahwa beliau lupa.  Nabi bersabda, “Sesungguhnya salat yang paling utama bagi seorang laki-laki adalah di rumahnya, kecuali salat fardu”. Ini berlaku umum untuk semua salat fardu dan salat sunah, kecuali salat fardu yang merupakan bagian dari syiar Islam, seperti salat ied, salat gerhana, salat tarawih, karena salat tarawih diwajibkan secara berjamaah di masjid, salat sunah di padang pasir dan salat ied yang tidak memungkinkan karena sempitnya masjid.[3]

Maka tujuan para sahabat melemparkan batu itu untuk mengingatkan Rasulullah saw. yang mereka kira ketidakhadiran beliau berasalkan lupanya. Padahal itu siasat beliau agar tidak terjadi kesalahpahaman atas kesunahan salat tarawih.

قَوْلُهُ ” وَحَصَبُوا الْبَابَ ” أَيْ رَمَوْهُ بِالْحَصْبَاءِ ، وَهِيَ الْحَصَى الصِّغَارُ تَنْبِيهًا لَهُ وَظَنُّوا أَنَّهُ نَسِيَ .

Mereka melemparkan kerikil-kerikil kecil ke pintu untuk memperingatkan beliau dan membuat beliau mengira bahwa beliau lupa.

Beliau juga menyebutkan bahwa hadis ini menunjukkan sahabat bahwa,

فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ

“Sesungguhnya salat yang paling utama bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat fardu.”

Namun, Ibnu Hajar tetap menegaskan bahwa salat tarawih tetap disyariatkan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid karena itu termasuk bagian dari syiar agama Islam.

Senada dengan itu, dalam penjelasan lainnya pada kitab Imdatul Qori Syarah Shahih Bukhari, dijelaskan mengapa Nabi saw. tidak keluar setelah beberapa sahabat melempari pintu beliau dengan kerikil,

قوله : ” فخرج ” أي رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم إليهم حال كونه مغضبا ، وسبب غضبه أنهم اجتمعوا بغير أمره ، ولم يكتفوا بالإشارة منه لكونه لم يخرج إليهم ، وبالغوا حتى حصبوا بابه ، وقيل : كان غضبه لكونه تأخر إشفاقا عليهم ؛ لئلا يفرض عليهم ، وهم يظنون غير ذلك

“Kemudian Rasulullah saw. keluar menemui mereka dalam keadaan marah. Sebab kemarahan beliau adalah karena mereka berkumpul tanpa perintahnya, mereka tidak cukup dengan isyarat darinya bahwa beliau tidak keluar menemui mereka, bahkan mereka berlebihan hingga melempari pintunya dengan kerikil. Dikatakan pula bahwa kemarahan beliau terjadi karena beliau sengaja tidak segera keluar karena kasih sayang terhadap mereka, agar tidak sampai diwajibkan atas mereka, sementara mereka mengira hal yang berbeda.”[4]

Kiranya, pendek saja, bahwa sikap beliau ini menunjukkan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan suatu amalan agar tidak memberatkan umat. Dari berbagai riwayat di atas, dapat disimpulkan bahwa salat tarawih adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Meskipun Rasulullah saw. pernah menahan diri dari melaksanakannya secara berjamaah, bukan berarti salat ini tidak memiliki keutamaan. Sebaliknya, dari banyaknya keistimewaan bulan Ramadhan dan ibadah di dalamnya, sebagai role model atau tuntunan umat Islam, Rasulullah ingin menunjukkan suatu amal yang walaupun banyak keutamaannya, tetapi ada hukum yang tidak mencapai kewajiban di dalamnya. Bukannya penulis ingin mengajak pembaca untuk tak perlu tarawih, tetapi mengetahui suatu amal sebelum melakukannya adalah -bagi penulis- langkah yang baik bagi seorang Muslim.

Sekian, maturnuwun…


[1] Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, Shahih Muslim, [Dar al-Kutub al-Islamiyyah, hadis no. 1266].

[2] Muhammad bin Ismail Abu Abdullah al-Bukhari, Shahih Bukhari, [Dar Tawq al-Najat-Beirut, hadis no. 6113].

[3] Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, [Software Khadim al-Haramain, 10/534]

[4]  Imam Badruddin Al-‘Aini, Imdah al-Qori Syarah Bukhari, [Software Khadim al-Haramain, 22/161]


Penulis: Mahasantri Semester 4 (Angkatan Syalmahat).

Editor: Vigar Ramadhan Dano M.D.

Tags: artikelhadismahad aly hasyim asyariMahasantriTarawih
Previous Post

Genealogi Living Hadis: Sejarah singkat & Perkembangan Konsep dalam Kajian Hadis

Next Post

Menjadi “Tangan di Atas Lebih Baik”; Filosofi Zakat dalam Hadis

Vigar Ramadhan

Vigar Ramadhan

Saya Vigar, anak lelaki yang berasal dari keluarga baik-baik. Seorang manusia jelata yang bercita-cita menjadi rakyat biasa. Yang kadang baca, kadang nulis, seringnya ngopi.

Related Posts

Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan
Fiqhul Hadis

Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan

by Vigar Ramadhan
Maret 16, 2026
Antara Al-Qur’an dan Kitab Kuning: Mana yang Harus Diutamakan di Bulan Ramadhan?
Kajian Hadis

Antara Al-Qur’an dan Kitab Kuning: Mana yang Harus Diutamakan di Bulan Ramadhan?

by Ma’sum
April 4, 2026
Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat
Kajian Hadis

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

by Irma Nurdin
April 4, 2026
Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis
Kajian Hadis

Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis

by Husnu Widadi
Februari 19, 2026
Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Fikih Muamalah

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Maret 28, 2026
Next Post
Menjadi “Tangan di Atas Lebih Baik”; Filosofi Zakat dalam Hadis

Menjadi “Tangan di Atas Lebih Baik”; Filosofi Zakat dalam Hadis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Faedah Datang Ke Majelis Kajian Hadis

Faedah Datang Ke Majelis Kajian Hadis

Agustus 21, 2024
Benarkah KH. Hasyim Asy’ari Seorang Plagiator? Statement dan Sanggahan

Benarkah KH. Hasyim Asy’ari Seorang Plagiator? Statement dan Sanggahan

November 11, 2024
Doa Nabi dan Wasiat Hadratussyaikh untuk Para Sarjana Hadis

Doa Nabi dan Wasiat Hadratussyaikh untuk Para Sarjana Hadis

September 24, 2023

Browse by Category

  • Berita
  • biografi & kisah
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Kualitas Hadis
  • musthalah & ulumul hadits
  • Opini
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Resensi
  • Respon & Opini
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • Tafsir dan Ulum al-Qur'an
  • Tarikh Tasyri'
  • Tasawuf & Riyadhah
  • Tekno
  • tidak tahu

Browse by Tags

ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dermawan dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis Puasa qur'an Ramadhan sanad sejarah Shalat takhrij Tarawih Tasawuf Tebuireng ulama
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Kontributor NUSKHA
  • Login
  • Logout
  • Register
  • Kirim tulisan (via whatsapp)
  • Katalog Perpustakaan MAHA
  • Risalah bakalurius (skripsi) MAHA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Login/menulis
  • Buat akun
  • Opini
  • Tafsir
  • Kajian Aqidah
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Tasawuf & Riyadhah

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mau mengirim tulisan?
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?