• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Respon & Opini

Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah

Irma Nurdin by Irma Nurdin
Desember 31, 2025
in Respon & Opini, tidak tahu
0
Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah

Sebagai seorang Muslim, manusia senantiasa mendapat berbagai kenikmatan yang tiada henti dalam kehidupan sehari-hari. Baik kenikmatan lahiriah berupa rezeki yang dapat dilihat oleh orang lain maupun kenikmatan batiniah berupa kesehatan, ketenteraman jiwa, dan sebagainya. Cara manusia dalam menyikapi berbagai kenikmatan ini pun beragam. Tak jarang di zaman sekarang banyak orang yang menunjukkan harta atau barang yang dimiliki – yang populer disebut flexing – di media sosial dengan berkedok tahadduts bi an-ni’mah. Padahal, hakikat kewajiban seorang hamba ketika mendapatkan nikmat adalah bersyukur kepada Allah.

Salah satu sebab munculnya perbuatan flexing tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara flexing dan tahadduts bi an-ni’mah. Persamaan tipis antara flexing dan tahadduts bi an-ni’mah terletak pada tindakan menampakkan atau menceritakan kenikmatan atau harta yang dimiliki kepada orang lain. Berangkat dari persamaan ini, banyak yang beranggapan bahwa antara flexing dan tahadduts bi an-ni’mah tidak memiliki perbedaan, keduanya sama-sama bentuk syukur kepada Allah. Padahal hakikat keduanya sangat berbeda.

Tahadduts bi an-ni’mah adalah perbuatan di mana seseorang menceritakan nikmat yang telah diterimanya sebagai bentuk syukur kepada Allah dengan menyebut nama-Nya. Tujuannya agar dapat diambil hikmah bagi setiap orang yang mendengarnya. Sebagaimana definisi yang dipaparkan oleh Sayyid Husain bin ‘Ali r.a.:

هُوَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ يَعْمَلُهُ الرَّجُلُ فَيُحَدِّثُ بِهِ إِخْوَانَهُ مِنْ أَهْلِ ثِقَاتِهِ لِيَسْتَنَّ بِهِ وَيَعْمَلَ مِثْلَهُ

“(Tahadduts bi an-ni’mah) yaitu sebuah amal yang dilakukan seseorang kemudian ia menceritakannya terhadap saudara yang dipercaya dengan tujuan agar ia mampu meniru dan melakukan hal serupa.”[1]

Sementara itu, flexing berasal dari bahasa Inggris “to flex”, yang berarti memamerkan atau menunjukkan sesuatu dengan bangga. Dalam konteks media sosial, flexing mengacu pada tindakan memamerkan kekayaan, pencapaian, atau gaya hidup mewah secara berlebihan. Adapun Urban Dictionary mendefinisikan flexing sebagai tindakan menyombongkan diri tentang hal-hal yang berhubungan dengan uang, seperti jumlah kekayaan atau barang mewah yang dimiliki.

Ibnu Qayyim rahimahullah juga menjelaskan perbedaan kedua perbuatan tersebut,

الفرقُ بين التحدُّث بنعم الله، والفخر بها: أن المتحدث بالنعمة مخبِرٌ عن صفات وليِّها ومحضِ جودهِ وإحسانه، فهو مُثْنٍ عليه بإظهارها والتحدُّث بها، شاكر له، ناشر لجميع ما أوْلاه. مقصودُه بذلك إظهارُ صفاتِ الله ومدحُه والثناءُ عليه، وبعثُ النفوسِ على الطلب منه دون غيره، وعلى محبته ورجائه، فيكون داعيًا  إلى الله بإظهار نعمِه ونشرِها والتحدُّثِ بها. وأما الفخر بالنعم، فهو أن يستطيل بها على الناس، ويُريهم أنه أعزُّ منهم وأكبر، فيركبُ أعناقهم، ويستعبدُ قلوبهم ويستميلُها إليه بالتعظيم والخدمة. قال النعمان بن بشير: إنَّ للشيطان مصاليَ وفخوخًا. وإنَّ من مصاليه وفخوخهِ البطشَ بنعم الله، والكبرَ على عباد الله، والفخرَ بعطيَّةِ الله، والهونَ في غير ذات الله. [2]

“Perbedaan antara menyebutkan nikmat Allah (tahadduts bi an-ni’mah) dengan sombong (merasa bangga dengan nikmat) adalah orang yang menyebutkan suatu nikmat, berarti telah mengabarkan tentang sifat Dzat yang menganugerahkan nikmat tersebut, kedermawanan, dan perbuatan baik-Nya. Maka, ia hakikatnya memuji Allah dengan menampakkan dan menyebutkan nikmat tersebut, bersyukur kepada-Nya, dan menyebarkan kabar tentang seluruh anugerah-Nya. Jadi, maksudnya adalah menampakkan sifat-sifat Allah, memuji, menyanjung-Nya (atas limpahan nikmat tersebut), mendorong diri untuk mencari nikmat tersebut dari-Nya, bukan dari selain-Nya, serta mendorong diri untuk mencintai dan mengharap-Nya. Sehingga dengan demikian, ia menjadi sosok hamba yang mengharap lagi tunduk mendekatkan diri kepada Allah dengan menampakkan, menyebarkan kabar tentang nikmat-Nya tersebut dan membicarakannya. Adapun membanggakan nikmat yaitu menyombongkan diri di hadapan manusia, menampakkan kepada mereka bahwa ia lebih mulia dan lebih besar keutamaannya dari mereka, ia hendak menunggangi tengkuk (baca: merendahkan) dan memperbudak hati mereka, serta memaksa mereka untuk menghormati dan melayaninya.” (Kitab Ar-Ruh, Ibnu Qoyyim, hal. 312).

Dari pemaparan di atas sudah sangat jelas bahwa keduanya adalah perbuatan yang berbeda, baik dari sisi niat maupun tujuan. Tahadduts bi an-ni’mah berpusat pada Allah dan bertujuan mengagungkan-Nya, sedangkan flexing berpusat pada diri sendiri yang sering kali menimbulkan kesombongan, riya’, serta dapat membuat orang lain iri atau sedih.

Pada akhirnya, seorang hamba yang menyebutkan nikmat Allah sesuai dengan apa yang disyari’atkan, lalu manusia memujinya sehingga ia terkesan/senang dengan pujian tersebut, namun dalam hatinya tidak ada keinginan riya` dan sum’ah, maka itu termasuk kabar gembira (janji pahala, ridha, ampunan, surga, dan rahmat-Nya) yang disegerakan bagi seorang mukmin. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abi Dzar r.a. beliau berkata,

‏ ‏‏قيل‏:‏ يا رسول الله، أرأيت الرجل يعمل العمل من الخير، ويحمَده أو يحبه الناس عليه‏؟‏ قال‏:‏ تلك عاجل بشرى المؤمن‏. رواه مسلم‏.‏[3]

“Ada yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan Anda seseorang yang beramal dengan suatu amal kebaikan, lalu manusia memujinya atau mencintainya? Beliau bersabda (Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin).”  (HR. Muslim: 2642)

Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan tanpa henti, dengan cara yang telah dituntunkan dalam Islam, aamiin.

[1] Abu al-Hajjaj, Tafsir Mujahid, vol. I hlm. 735, cet. Dar al-Fikr

[2] الروح – ابن القيم – ط عطاءات العلم – ابن القيم (٢ ‏/ ٦٩٤)

[3] Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, no. 2642.

 

Editor: Mawil Hasanah Almusaddadah

Tags: flexingma'had alyMahasantritahaddusts binni'mahTebuireng
Previous Post

Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse

Next Post

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

Irma Nurdin

Irma Nurdin

Related Posts

Menemukan Arah Integrasi Ilmu Pesantren di Tengah Disrupsi: Refleksi Kritis atas Gagasan Prof. Nur Syam
Hot news & Isu terkini

Menemukan Arah Integrasi Ilmu Pesantren di Tengah Disrupsi: Refleksi Kritis atas Gagasan Prof. Nur Syam

by Ma'had Aly Hasyim Asy'ari
Mei 9, 2026
Isak Rindu Hadratussyaikh pada Syaikh Nawawi Al-Bantani
biografi & kisah

Isak Rindu Hadratussyaikh pada Syaikh Nawawi Al-Bantani

by Mohamad Anang Firdaus
Februari 13, 2026
Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse
Respon & Opini

Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse

by Ridwan GG
November 27, 2025
Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis
tidak tahu

Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis

by Ma’sum
November 24, 2025
Meluruskan Kesalahpahaman Hadis “Salat Orang Mabuk Tidak Diterima 40 Hari”
Fiqhul Hadis

Meluruskan Kesalahpahaman Hadis “Salat Orang Mabuk Tidak Diterima 40 Hari”

by Ridwan GG
Oktober 13, 2025
Next Post
Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis

Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis

Februari 19, 2026
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Ahli Fikih (Faqih)?

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Ahli Fikih (Faqih)?

Agustus 29, 2023
Kredibilitas Albani Sebagai Muhaddits (2): Testimoni Ulama Perihal Kesalahan Takhrij Albani

Kredibilitas Albani Sebagai Muhaddits (2): Testimoni Ulama Perihal Kesalahan Takhrij Albani

Oktober 31, 2024

Browse by Category

  • Berita
  • biografi & kisah
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Hot news & Isu terkini
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Kajian Hati
  • Kualitas Hadis
  • musthalah & ulumul hadits
  • Opini
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Resensi
  • Respon & Opini
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • Tafsir dan Ulum al-Qur'an
  • Tarikh Tasyri'
  • Tasawuf & Riyadhah
  • Tekno
  • tidak tahu

Browse by Tags

agama Alam artikel bumi demonstrasi dermawan dirasat asanid fikih hadis Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa qur'an Ramadhan sains sanad sejarah Shalat takhrij Tarawih Tasawuf Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Kontributor NUSKHA
  • Login
  • Logout
  • Register
  • Kirim tulisan (via whatsapp)
  • Katalog Perpustakaan MAHA
  • Risalah bakalurius (skripsi) MAHA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Login/menulis
  • Buat akun
  • Opini
  • Tafsir
  • Kajian Aqidah
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Tasawuf & Riyadhah

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mau mengirim tulisan?
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?