• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
  • Home
  • Opini
  • Fikih
  • Hadis
    • Fiqhul Hadis
    • Hadis Tematik
    • Kualitas Hadis
      • musthalah & ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
  • Tafsir
  • Aqidah
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Kajian Hadis

Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis

Husnu Widadi by Husnu Widadi
Februari 19, 2026
in Kajian Hadis
0
Membongkar Kebohongan Fenomena Mu’ammarun dan Distorsi Sanad Hadis

Dalam sejarah transmisi hadis, terdapat salah satu fenomena unik dan bisa dikatakan sebagai teori konspirasi paling kontroversial sekaligus berbahaya, yaitu munculnya individu yang mengaku berumur ratusan tahun, bahkan mengklaim pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad Saw. atau para sahabat. Fenomena ini dikenal dalam literatur hadis dengan istilah mu‘ammarun (orang-orang yang diklaim berumur sangat panjang).

Sekilas, kisah-kisah ini tampak mengagumkan, namun para ulama hadis justru secara tegas menentangnya. Sebab, klaim tersebut sering kali disertai periwayatan hadis-hadis ganjil, sensasional dan tidak memiliki asal-usul yang jelas. Artikel ini mengulas bagaimana para ulama membongkar kebohongan di balik klaim para mu‘ammarun.

Mengapa klaim Mu‘ammarun ini bermasalah?

Secara teori, umur panjang memang mungkin terjadi, namun dalam ilmu hadis, persoalannya bukan sekadar usia, melainkan konsekuensinya dalam periwayatan sanad hadis. Jika seseorang mengaku hidup 200–400 tahun, dan menjadi penghubung langsung dengan Nabi Saw., maka klaim tersebut harus diuji dengan kesaksian ulama lintas generasi dan ijma’ ulama tentang batas akhir generasi sahabat.

Salah satu tokoh paling terkenal dalam kisah mu‘ammarun adalah Ratan al-Hindi, seorang warga asal India yang muncul sekitar abad ke-6 Hijriyah dan mengaku sebagai sahabat Nabi Saw., pernah terlibat langsung dalam perang khandaq, mengklaim dirinya ikut hadir saat prosesi pernikahan sayyidah Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib ra., bahkan juga meriwayatkan beberapa hadis yang ia dengar langsung dari Nabi Saw.[1]

Al-Dzahabi dalam kitabnya, al-Mughni fi al-Dhu’afa dengan sangat keras membantah klaim ini. Kisah-kisah semacam ini bagian dari cerita khurafat yang dibuat-buat. Cerita yang dirangkai oleh pihak yang mengada-ada seperti sosok Ratan al-Hindi pada hakikatnya hanyalah manusia fiktif yang tidak pernah ada, atau setan yang menjelma dalam wujud manusia.[2]

Lalu yang menjadi pertanyaan mendasar adalah jika benar-benar hidup ratusan tahun, di mana ia selama enam abad sebelumnya? Mengapa tidak ada catatan yang menyebut namanya pada abad keempat, kelima atau setelahnya? Seandainya ia benar-benar hidup sepanjang itu, tentu keberadaannya akan tercatat dalam buku para ahli sejarah yang hidup di wilayah India sejak abad-abad awal Hijriyah. Kenyataannya, tidak ada satu pun sumber kredibel yang menyebut namanya sebelum akhir abad ke enam.

Ibnu Hajar al-Asqalani juga menuliskan kasus serupa namun dari individu yang berbeda-beda, lengkap dengan riwayat hadis palsu yang mereka sebar. Seperti seorang tokoh bernama Mu’ammar bin Buraik. Kemudian di wilayah Maghrib dengan tokoh bernama Abu Abdillah Mu’ammar yang diklaim berusia empat ratus tahun. Tentu semua ini sungguh diluar akal sehat manusia.[3]

Klaim ini juga sangat bertentangan dengan ijma‘ ulama bahwa sahabat Nabi Saw. yang terakhir wafat adalah Abu al-Thufail Amir bin Watsilah, pada tahun 102 H. Pandangan ini diperkuat dengan hadis dalam Shahihain, Rasulullah Saw. bersabda:

فَإِنَّ عَلَى رَأْسِ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ

“Sesungguhnya pada penghujung seratus tahun, tidak akan tersisa seorang pun dari orang-orang yang hidup hari ini di muka bumi”[4]

Maksud dari hadis ini ialah berakhirnya satu generasi (qarn) setelah seratus tahun, yakni wafatnya seluruh orang yang hidup pada malam itu di muka bumi. Penafsiran inilah yang dijelaskan oleh para sahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, dan sahabat-sahabat lainnya.[5]

Maka dengan demikian, cerita tentang Mu’ammarun itu tidak benar adanya dan bisa dipastikan bahwa setiap klaim shuhbah dengan Nabi Saw. setelah masa itu adalah sebuah kebohongan belaka.

Lalu bagaimana status riwayat hadis mereka, termasuk salah satunya hadis musalsal al-mu’ammariyah yang sangat masyhur itu? Akan kami ulas di tulisan berikutnya, insyaallah.

Bersambung…

[1] (Mutadha al-Zabidi, Taju al-‘Arus min Jawahir al-Qamus, 35/75).
[2] (Syamsuddin al-Dzahabi, al-Mughni fi al-Dhu’afa, 1/230).
[3] (Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisan al-Mizan, 6/69).
[4] (HR. al-Bukhari no. 601 dan Muslim no. 2537).
[5] (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fath al-Bari Li ibni Rajab, 4/369).


Editor: Zian Setiawan

Tags: Kajian SanadMahasantriMu'ammarunNuskha
Previous Post

Isak Rindu Hadratussyaikh pada Syaikh Nawawi Al-Bantani

Next Post

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

Husnu Widadi

Husnu Widadi

Mahasantri Marhalah Tsaniyyah Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, juga fans Real Madrid nyell.

Related Posts

Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan
Fiqhul Hadis

Berbuka dengan yang Manis, Bukan Berlebihan

by Vigar Ramadhan
Maret 16, 2026
Antara Al-Qur’an dan Kitab Kuning: Mana yang Harus Diutamakan di Bulan Ramadhan?
Kajian Hadis

Antara Al-Qur’an dan Kitab Kuning: Mana yang Harus Diutamakan di Bulan Ramadhan?

by Ma’sum
April 4, 2026
Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat
Kajian Hadis

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

by Irma Nurdin
April 4, 2026
Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Fikih Muamalah

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Maret 28, 2026
Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah
Kajian Hadis

Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah

by Naufal Afif
November 9, 2025
Next Post
Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

Peperangan Bukanlah Pembunuhan: Bantahan atas Gugatan terhadap Keadilan Seluruh Sahabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Menolak Framing Negatif Wanita Bercadar

Menolak Framing Negatif Wanita Bercadar

November 13, 2023
Telaah Fluktuasi Keimanan: Mengambil Pelajaran dari Sahabat Hanzhala

Telaah Fluktuasi Keimanan: Mengambil Pelajaran dari Sahabat Hanzhala

Juli 6, 2025
Korelasi Kebersihan dengan Keimanan

Korelasi Kebersihan dengan Keimanan

November 22, 2023

Browse by Category

  • Berita
  • biografi & kisah
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Kualitas Hadis
  • musthalah & ulumul hadits
  • Opini
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Resensi
  • Respon & Opini
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • Tafsir dan Ulum al-Qur'an
  • Tarikh Tasyri'
  • Tasawuf & Riyadhah
  • Tekno
  • tidak tahu

Browse by Tags

ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dermawan dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis Puasa qur'an Ramadhan sanad sejarah Shalat takhrij Tarawih Tasawuf Tebuireng ulama
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Kontributor NUSKHA
  • Login
  • Logout
  • Register
  • Kirim tulisan (via whatsapp)
  • Katalog Perpustakaan MAHA
  • Risalah bakalurius (skripsi) MAHA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Login/menulis
  • Buat akun
  • Opini
  • Tafsir
  • Kajian Aqidah
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Psikologi, Akhlaq & Adab
  • Tasawuf & Riyadhah

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mau mengirim tulisan?
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?