ulumul hadits

Transmisi Hadis (alfazh tahammul wa al-ada’)

Di antara nama guru dalam sanad, selalu diselipi oleh kata tertentu, seperti “dari”/‘an (عن), “berbicara pada kami”/haddatsanā (حدثنا), “mengkabari kami”/akhbaranā (أخبرنا), “dia berkata”/qāla (قال) dan sebagainya. Kata-kata ini disebut alfazh tahammul wa al-ada’ (ألفاظ التحمل والأداء). Contohnya kata yang ditebali dalam hadits berikut: 4937 حَدَّثَنَا آدَمُ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ ، قَالَ : …

Transmisi Hadis (alfazh tahammul wa al-ada’) Selengkapnya »

Perbedaan antara Takhrij dan Dirasat Asanid

Takhrij tidak lah sama dengan dirasat asanid. Status hadits shahih, hasan, dhaif juga bukan hasil dari takhrij, melainkan hasil dari dirasat asanid. Takhrij Secara bahasa takhrij adalah masdar dari kata kharraja. Artinya, proses mengeluarkan. Kata takhrij mempunyai makna yang berbeda-beda tergantung penggunaannya. Dalam ilmu ushul fiqh misalnya, takhrij al-manath berarti mencari alasan dari suatu hukum dengan perantara …

Perbedaan antara Takhrij dan Dirasat Asanid Selengkapnya »