Saat kita membicarakan tentang ilmu thib, tentu kita akan bersepakat bahwa rujukan utamanya adalah kitab-kitab karangan Syekh Ahmad Ali al-Buni. Beliau banyak memiliki karangan-karangan yang membahas tentang ilmu thib, namun hanya dua kitab yang selama ini populer dan menjadi rujukan utama pengkajinya di pesantren-pesantren salaf, yaitu Syamsul Ma’arif Kubra dan Manba’ Ushul Hikmah.

Belakangan ini, nama kitab Syamsul Ma’arif ramai diperbicangkan khalayak luas karena diendors oleh Gus Udin. Beragam reaksi muncul. Tak sedikit pula para ustadz yang mengatakan bahwa kitab tersebut merupakan kitab sihir dan haram dipelajari. Dalam tulisan ini saya mengajak para pembaca untuk sedikit berkenalan dengan kitab tersebut.

Syamsul Ma’arif, Sebuah Kitab yang Eksklusif

Merupakan kebiaasan para ulama, yaitu mengkaji sebuah kitab secara utuh. Membaca kata demi kata, mulai halaman pertama hingga kitab berakhir. Dengan pembacaan serta penalaran secara utuh, kita akan mendapat pemahaman yang sempurna dan terselamatkan dari kesalahpahaman dan judgement yang tidak berdasar.

Berbicara kitab Syamsul Ma’arif, pengarangnya, Syekh Ali al-Buni dalam mukaddimah kitabnya telah memberi catatan penting bagi para pelajar yang ingin mempelajari kitab tersebut.

فَحَرَامٌ عَلَى مَنْ وَقَعَ كِتَابِيْ هَذَا فِيْ يَدَيْهِ أَنْ يُبْدِيَهُ لِغَيْرِ أَهْلِهِ أَوْ يُبَوِّحَ بِهِ فِيْ غَيْرِ مَحَلِّهِ فَإِنَّهُ مَهْمَا فَعَلَ ذَلِكَ أَحْرَمَهُ اللهُ تَعَالَى مَنَافِعَهُ وَمُنِعَتْ عَنْهُ فَوَائِدُهُ وَبَرَكَتُهُ. وَلَا تَمَسُّهُ إِلَّا وَأَنْتَ طَاهِرٌ وَلاَ تُقَرِّبهُ إِلَّا إِذَا كُنْتَ ذَاكِرًا لِتَفُوْزَ مِنْهُ بِمَا تُرِيْدُ وَلاَ تُصَرِّفهْ إِلَّا فِيْمَا يَرْضَى اللهُ تَعَالَى فَإِنَّهُ كِتَابُ اْلأَوْلِيَاءِ وَالصَالِحِيْنَ وَالتَابِعِيْنَ

“Haram bagi orang yang mengamalkan kitab ini untuk mengajarkan kepada orang yang tidak layak untuk mempelajarinya atau mengamalkannya pada hal yang bukan tempatnya. Karena sebab itu, Allah akan menutup dan mencegah faidah-faidah dan keberkahannya.”

Jangan memegang kitab ini kecuali dalam keadaan suci. Dan jangan kau tela’ah kitab ini kecuali dalam keadaan mengingat Allah, agar engkau mendapatkan apa yang diharapkan. Pun, jangan sampai mengamalkan isi kitab ini kecuali untuk hal-hal yang dirdai oleh Allah. Sebab kitab ini merupakan kitab para wali, orang salih, dan para tabi’in.”

Dari catatan muallif kitab, dapat kita simpulkan bahwa kitab Syamsul Ma’arif merupakan kitab yang eksklusif, tidak diperuntukkan untuk semua orang. Secara garis besar, ada beberapa yang syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mempelajari kitab tersebut.

  1. Orang ingin belajar kitab tersebut paham betul dengan syariat dan seorang yang disiplin akan rambu-rambu syariat. Oleh karena itu, biasanya, di pesantren-pesantren salaf, kitab ini hanya diperuntukkan bagi santri pilihan, yang minimal sudah hatam kitab Alfiyah, dalam bidang bahasanya dan hatam kitab Fathu al-Muin, dalam bidang fikihnya.
  2. Selalu ingat kepada Allah dan meyakini bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, semuanya atas izin-Nya. Meyakini bahwa doa-doa dan wifik dalam kitab tersebut tidak akan bekerja, kecuali atas izin Allah SWT.
  3. Mengamalkan kitab ini pada hal-hal yang diridai oleh Allah dan tidak mengamalkannya untuk hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. Mengamalkannya untuk amar ma’ruf nahi munkar dan untuk membantu sesama, bukan untuk hal-hal yang mencelakakan dan merugikan orang lain.

 

Wallahu A’lam.