• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Artikel

Abad ke-3 Hijriyah ‘The Golden History of Hadith’

Viki Junianto by Viki Junianto
Agustus 29, 2023
in Artikel, Sejarah Hadis
0
Sejarah Perkembangan Hadis Pada Abad Kedua Hijriyah

Penulis : Muhammad Farhan Syah Putra

Abad ke-3 Hijriyah merupakan abad keemasan Islam dalam sejarah kodifikasi hadist. Hal itu merupakan efek dari perjalanan panjang dan usaha keras para ulama sebelumnya dalam mencari, menyusun dan menyeleksi hadist. Pada abad ke-3 ini, kodifikasi hadist berkembang dengan signifikan. Berbagai macam metode penyusunan hadist lahir di abad ke-3 ini. Tokoh-tokoh besar hadist yang namanya masih harum hingga sekarang seperti Imam Bukhori, Imam Muslim, dan Imam Ahmad merupakan tokoh ulama hadist yang hidup di era ini.

Sejarah mencatat, bahwa kodifikasi hadist selalu mengalami perkembangan di setiap abadnya. Para ulama selalu mengupgrade dan melakukan penelitian terhadap hadits-hadist Nabi sehingga dari penelitian itu lahirlah metode-metode baru dalam ilmu hadist terutama dalam kodifikasinya. Maka bisa kita lihat bahwa  di sela-sela abad perkembangan kodifikasi hadist, kita akan menemukan kekhasan dari abad-abad itu dalam proses mengkaji hadist.

Perkembangan kodifikasi hadist tentu tidak lepas dari kebutuhan pada zaman itu. Begitu juga di abad ke-3 Hijriyah ini, kebutuhan zaman ini menuntut para ulama untuk berfikir kreatif dalam menemukan metode-metode yang dibutuhkan pada masa itu. Dalam kacamata kultur sosial, abad ke-3 Hijriah ini masuk ke dalam zaman Dinasti Abbasiyah.

Faktor-faktor kodifikasi hadist pada fase ini :

Perkembangan kodifikasi hadis abad ke-3 H ini dilatar belakangi oleh beberapa hal. Pertama, fitnah yang terjadi di masa itu. Pertarungan pemikiran yang terjadi antara ahli kalam dan ahli hadist menuntut para ahli hadits untuk mengumpulkan hadits-hadist dan mencoba menguraikannya secara  benar. Paham kemakhlukan al-Qur’an yang diprakarsai oleh mu’tazilah dan diamini oleh al-Makmun merupakan salah satu fitnah terbesar abad itu, sehingga para ulama dipaksa untuk mengikuti paham teologi mereka dan menyiapkan hukuman bagi yang tidak mau mengikutinya.

Kedua, upaya-upaya pemalsuan hadist yang dilakukan oleh kaum Zindiq juga menjadi salah satu masalah besar abad itu. Usaha mereka dalam menjaga eksistensi golongan mereka perlu legitimasi yang bersifat superior, sehingga dengan dasar itu orang-orang percaya bahwa kelompoknya merupakan kelompok yang benar. Kefanatikan yang berkembang di abad itulah yang kemudian mendorong mereka untuk membuat hadis palsu yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ketiga, khurafat-khurafat yang tersebar di masa Dinasti Abbasiyah ini juga menjadi salah satu faktornya. Orang-orang Zindiq menyebarkan dongeng-dongeng keagamaan kepada orang awam untuk tujuan tertentu. Mereka menceritakan kisah-kisah yang mereka bumbui dengan khayalan mereke sendiri sehingga orang-orang betah duduk berlama-lama dengannya. Dongeng yang dibalut citra keagamaan dan disandarkan kepada Rasusullah Saw tentu membuat pendengarnya semakin tertarik. Seperti kisah Nabi Dawud yang dikatakan bahwa beliau pernah bersujud selama 40 malam. Dalam sujudnya, Nabi Dawud As menangis sampai air matanya mengairi rerumputan dan menyuburkan rumput itu. Dongeng-dongeng seperti inilah yang akhirnya ikut menodai kemurnian hadist.

Metode kodifikasi hadist pada fase ini :

Metode pertama, Imam Ibnu Qutaebah merupakan salah satu ulama abad ke-3 H yang berusaha menjaga sunnah dan martabat para ahli hadist dari tuduhan dan kebatilan yang disebarkan oleh para pendusta. Dalam kitabnya, Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits fi al-Rad ala ‘Ada al-Hadits, Imam Ibnu Qutaebah menjelaskan tentang pribadi seorang ahli hadist yang jauh dari tuduhan-tuduhan itu bahwa mereka bukanlah orang yang menyebarkan hadist-hadist dhoif atau bahkan khurafat-khurafat yang menyesatkan itu. Imam Qutaebah kemudian juga menjelaskan hadist-hadist yang menurut ahli kalam dinilai kontradiktif dan menghilangkan permasalahan itu.

Metode kedua, mengumpulkan hadist dalam musnad. Ulama hadist dalam hal ini mengumpulkan hadist-hadist berdasarkan nama-nama sahabat. Hadits-hadist kemudian dikumpulkan berdasarkan nama sahabat yang meriwayatkan hadist. Walaupun dalam penyusunannya, para ulama hadist menggabungkan antara hadist yang shohih, hasan, dan dhoif tetapi hal tersebut dapat membantu menguatkan sebuah hadist karena memiliki jalur periwayatan yang beragam.

Metode ketiga, menyusun hadist-hadist berdasarkan bab-babnya, yaitu dengan men-takhrij hadist berdasarkan bab fikih atau lainnya. Dalam metode ini, para ulama sudah mulai menjelaskan kualitas sebuah hadist. Diantaranya ada yang hanya mengumpulkan hadist-hadist yang shohih saja seperti Imam Bukhori dan Imam Muslim, ada juga yang tidak, artinya di dalam kitab tersebut terdapat hadist hasan dan dhoif seperti Imam Abu Dawud, Imam an-Nasa’i dan Imam al-Tirmidzi.

Demikianlah, abad ke-3 H ini dianggap sebagai abad keemasan dalam sejarah kodifikasi hadist dan abad yang paling menggembirakan dalam hadits. Karena di masa ini hadist-hadist sudah tersusun dan terkumpulkan dengan rapi dan sistematis. Pemisahan antara perkataan tabi’in, sahabat dan Rasulullah juga dilakukan di abad ini, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam menilai suatu hadist.

Pada masa ini muncul ulama-ulama yang jenius, kritikus-kritikus yang tajam, dan akademisi yang teliti dalam mengkaji objek penelitiannya seperti Ali bin al-Madini,  Yahya bin Main, Abu Zar’ah al-Rozi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Bukhari, Imam Muslim bin Hajjaj, Imam Nasa’i, Imam Turmudzi, Abu Dawud, Imam Ibnu Majah dan lainnya.


Penulis merupakan mahasantri semester 7 angkatan Ats-Tsuroyya

Tags: ma'hadalyhasyimasy'ariMahasantrisejarahhadist
Previous Post

Transliterasi Arab-Indonesia dalam File Word: Unduh dan Ketik Langsung

Next Post

Kontribusi Ulama Hadist Abad ke-4 Hijriyah

Viki Junianto

Viki Junianto

Santri Tebuireng

Related Posts

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Artikel

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Desember 31, 2025
Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis
Artikel

Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis

by Ma’sum
November 24, 2025
Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’
Artikel

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’

by Dhion Rahmadi Fajar
November 15, 2025
Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah
Artikel

Memahami Pemikiran Syekh Yusuf al-Qardhawi secara Metodologis Dalam Kitab Kayfa Nata’amal Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah

by Naufal Afif
November 9, 2025
Memahami Pemikiran Prof. Ali Musthafa Ya’kub secara Metodologis
Artikel

Memahami Pemikiran Prof. Ali Musthafa Ya’kub secara Metodologis

by Naufal Afif
November 9, 2025
Next Post
Sejarah Perkembangan Hadis Pada Abad Kedua Hijriyah

Kontribusi Ulama Hadist Abad ke-4 Hijriyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Sekilas Tentang Imam Abu Dawud dan Sunan-Nya

Sekilas Tentang Imam Abu Dawud dan Sunan-Nya

Juni 16, 2024
Cara Memperbaiki OAI OJS 2 Yang Blank

Cara Memperbaiki OAI OJS 2 Yang Blank

Agustus 29, 2023
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ Dalil atau Dalih: Telaah Validitas Hadis dan Implikasinya

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ Dalil atau Dalih: Telaah Validitas Hadis dan Implikasinya

Maret 30, 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Artikel Ringan
  • Berita
  • biografi
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Library Management System
  • Opini
  • Orientalis
  • powerpoint
  • Resensi
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • tafsir dan ulum al-qur'an
  • Tasawuf dan Tarekat
  • Tekno
  • ulumul hadits
  • Uncategorized

Browse by Tags

agama ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kitab kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari MAHA mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa Ramadhan sanad santri sejarah Shalat takhrij Tarawih Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Account
  • Edit Profile
  • Game Hadis
  • Koleksi Kitab Digital
  • Kontributor
  • Login
  • Login
  • Logout
  • My Profile
  • NUSKHA
  • Password Reset
  • Password Reset
  • Pendaftaran Akun Penulis
  • Perpus MAHA
  • Register
  • جدول مراتب الجرح والتعديل

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kajian Hadis
  • Kajian Fikih
  • Berita
  • Mulai menulis

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?