• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Kajian Fikih

Polemik Kitab Syamsul Ma’arif (Bagian 2)

Viki Junianto by Viki Junianto
Agustus 29, 2023
in Kajian Fikih
0
Polemik Kitab Syamsul Ma’arif (Bagian 1)

Saat kita membicarakan tentang ilmu thib, tentu kita akan bersepakat bahwa rujukan utamanya adalah kitab-kitab karangan Syekh Ahmad Ali al-Buni. Beliau banyak memiliki karangan-karangan yang membahas tentang ilmu thib, namun hanya dua kitab yang selama ini populer dan menjadi rujukan utama pengkajinya di pesantren-pesantren salaf, yaitu Syamsul Ma’arif Kubra dan Manba’ Ushul Hikmah.

Belakangan ini, nama kitab Syamsul Ma’arif ramai diperbicangkan khalayak luas karena diendors oleh Gus Udin. Beragam reaksi muncul. Tak sedikit pula para ustadz yang mengatakan bahwa kitab tersebut merupakan kitab sihir dan haram dipelajari. Dalam tulisan ini saya mengajak para pembaca untuk sedikit berkenalan dengan kitab tersebut.

Syamsul Ma’arif, Sebuah Kitab yang Eksklusif

Merupakan kebiaasan para ulama, yaitu mengkaji sebuah kitab secara utuh. Membaca kata demi kata, mulai halaman pertama hingga kitab berakhir. Dengan pembacaan serta penalaran secara utuh, kita akan mendapat pemahaman yang sempurna dan terselamatkan dari kesalahpahaman dan judgement yang tidak berdasar.

Berbicara kitab Syamsul Ma’arif, pengarangnya, Syekh Ali al-Buni dalam mukaddimah kitabnya telah memberi catatan penting bagi para pelajar yang ingin mempelajari kitab tersebut.

فَحَرَامٌ عَلَى مَنْ وَقَعَ كِتَابِيْ هَذَا فِيْ يَدَيْهِ أَنْ يُبْدِيَهُ لِغَيْرِ أَهْلِهِ أَوْ يُبَوِّحَ بِهِ فِيْ غَيْرِ مَحَلِّهِ فَإِنَّهُ مَهْمَا فَعَلَ ذَلِكَ أَحْرَمَهُ اللهُ تَعَالَى مَنَافِعَهُ وَمُنِعَتْ عَنْهُ فَوَائِدُهُ وَبَرَكَتُهُ. وَلَا تَمَسُّهُ إِلَّا وَأَنْتَ طَاهِرٌ وَلاَ تُقَرِّبهُ إِلَّا إِذَا كُنْتَ ذَاكِرًا لِتَفُوْزَ مِنْهُ بِمَا تُرِيْدُ وَلاَ تُصَرِّفهْ إِلَّا فِيْمَا يَرْضَى اللهُ تَعَالَى فَإِنَّهُ كِتَابُ اْلأَوْلِيَاءِ وَالصَالِحِيْنَ وَالتَابِعِيْنَ

“Haram bagi orang yang mengamalkan kitab ini untuk mengajarkan kepada orang yang tidak layak untuk mempelajarinya atau mengamalkannya pada hal yang bukan tempatnya. Karena sebab itu, Allah akan menutup dan mencegah faidah-faidah dan keberkahannya.”

Jangan memegang kitab ini kecuali dalam keadaan suci. Dan jangan kau tela’ah kitab ini kecuali dalam keadaan mengingat Allah, agar engkau mendapatkan apa yang diharapkan. Pun, jangan sampai mengamalkan isi kitab ini kecuali untuk hal-hal yang dirdai oleh Allah. Sebab kitab ini merupakan kitab para wali, orang salih, dan para tabi’in.”

Dari catatan muallif kitab, dapat kita simpulkan bahwa kitab Syamsul Ma’arif merupakan kitab yang eksklusif, tidak diperuntukkan untuk semua orang. Secara garis besar, ada beberapa yang syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mempelajari kitab tersebut.

  1. Orang ingin belajar kitab tersebut paham betul dengan syariat dan seorang yang disiplin akan rambu-rambu syariat. Oleh karena itu, biasanya, di pesantren-pesantren salaf, kitab ini hanya diperuntukkan bagi santri pilihan, yang minimal sudah hatam kitab Alfiyah, dalam bidang bahasanya dan hatam kitab Fathu al-Muin, dalam bidang fikihnya.
  2. Selalu ingat kepada Allah dan meyakini bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, semuanya atas izin-Nya. Meyakini bahwa doa-doa dan wifik dalam kitab tersebut tidak akan bekerja, kecuali atas izin Allah SWT.
  3. Mengamalkan kitab ini pada hal-hal yang diridai oleh Allah dan tidak mengamalkannya untuk hal-hal yang diharamkan oleh-Nya. Mengamalkannya untuk amar ma’ruf nahi munkar dan untuk membantu sesama, bukan untuk hal-hal yang mencelakakan dan merugikan orang lain.

 

Wallahu A’lam.

Tags: Ali al-BuniKitab hikmahSyamsul Maarif
Previous Post

Polemik Kitab Syamsul Ma’arif (Bagian 1)

Next Post

Pandangan NU Terhadap Isbat Hisab

Viki Junianto

Viki Junianto

Santri Tebuireng

Related Posts

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’
Artikel

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’

by Dhion Rahmadi Fajar
November 15, 2025
Gus Baha’; Pembunuhan Karakter adalah Qadzaf di Zaman Sekarang
Artikel Ringan

Gus Baha’; Pembunuhan Karakter adalah Qadzaf di Zaman Sekarang

by YUNIAR INDRA
Juli 16, 2025
Kajian Hukum Berfatwa melalui AI dalam Kaca Mata Islam
Artikel

Kajian Hukum Berfatwa melalui AI dalam Kaca Mata Islam

by Rasyid Irfan
Mei 12, 2025
“Imam Rukuk Makmum Baru Shalat, Hutang Satu Rakaat?” Menapaki Alur Berpikir Ibn Hazm Al-Andalusi
Artikel

“Imam Rukuk Makmum Baru Shalat, Hutang Satu Rakaat?” Menapaki Alur Berpikir Ibn Hazm Al-Andalusi

by YUNIAR INDRA
Mei 11, 2025
Menggali Kepalsuan Hadis: Shalat Kafarah di Jumat Terakhir Ramadhan Sebagai Pengganti Shalat yang Telah Ditinggalkan
Artikel

Menggali Kepalsuan Hadis: Shalat Kafarah di Jumat Terakhir Ramadhan Sebagai Pengganti Shalat yang Telah Ditinggalkan

by Ilham Arifin
Maret 28, 2025
Next Post
Pandangan NU Terhadap Isbat Hisab

Pandangan NU Terhadap Isbat Hisab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Sunnah Sebuah Sketsa Rinci Kehidupan Umat Muslim

September 17, 2024
Telaah keempat: Menggali Kedalaman Hadis Hasan

Telaah keempat: Menggali Kedalaman Hadis Hasan

November 7, 2024
Dasar Pertimbangan Para Imam dalam Mengesampingkan Sebagian Hadis dan Implikasinya terhadap Ijtihad

Dasar Pertimbangan Para Imam dalam Mengesampingkan Sebagian Hadis dan Implikasinya terhadap Ijtihad

Februari 12, 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Artikel Ringan
  • Berita
  • biografi
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Library Management System
  • Opini
  • Orientalis
  • powerpoint
  • Resensi
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • tafsir dan ulum al-qur'an
  • Tasawuf dan Tarekat
  • Tekno
  • ulumul hadits
  • Uncategorized

Browse by Tags

agama ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kitab kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari MAHA mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa Ramadhan sanad santri sejarah Shalat takhrij Tarawih Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Account
  • Edit Profile
  • Game Hadis
  • Koleksi Kitab Digital
  • Kontributor
  • Login
  • Login
  • Logout
  • My Profile
  • NUSKHA
  • Password Reset
  • Password Reset
  • Pendaftaran Akun Penulis
  • Perpus MAHA
  • Register
  • جدول مراتب الجرح والتعديل

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kajian Hadis
  • Kajian Fikih
  • Berita
  • Mulai menulis

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?