• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Artikel

Senyum; Refleksi Jiwa

Viki Junianto by Viki Junianto
September 23, 2023
in Artikel, Artikel Ringan
0
Senyum; Refleksi Jiwa

Penulis : Septia Wahyu, Vikky Putri H.

Senyum pada sejatinya adalah sebuah ekspresi jiwa yang bahagia, senyuman akan menenangkan hati dan menstabilkan pikiran yang menjadikan bahagia. Senyum juga dapat diartikan sebuah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, bahagia, gembira, suka, dan sebagainya.

Salah satu figur penebar kebaikan dan senyuman adalah Rasulullah Saw., beliau dikenal dengan sosok yang murah senyum, selalu ceria, dan berkata baik. Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi disebutkan;

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari ‘Ubaidullah bin Al Mughirah dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah ﷺ.”

Rasulullah Saw. telah mempelopori pentingnya senyuman agar memberi rasa nyaman kepada orang lain. Untuk itu, senyuman diperintahkan kepada para umatnya dalam berinteraksi sosial. Hal ini, karena senyum dapat memupuk hubungan baik antar manusia.

Tersenyum bagi sebagian masyarakat Indonesia adalah suatu kebiasaan yang sudah membudaya karena Indonesia dikenal oleh negarawan asing dengan orang-orangnya yang ramah. Kegiatan ini terlihat sederhana dan mudah dilakukan, tapi tidak semua orang mampu tersenyum dikeadaan-keadaan tertentu karena senyum kaitannya ada pada jiwa seseorang yang melibatkan perasaan hati, kondisi jiwa, dan mood seseorang.

Senyum adalah upaya yang tidak membutuhkan banyak tenaga, tetapi memiliki efek yang luar biasa baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan tersenyum membuat hati lebih senang dan tenang, bahkan bisa menularkan kebahagiaan kepada orang lain.

Dari Abu Dzar RA yang dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda;

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُرَشِيُّ الْيَمَامِيُّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو زُمَيْلٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَجَابِرٍ وَحُذَيْفَةَ وَعَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو زُمَيْلٍ اسْمُهُ سِمَاكُ بْنُ الْوَلِيدِ الْحَنَفِيّ

“Telah menceritakan kepada kami Abbas bin Abdul Azhim Al Anbari, telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Jurasyi Al Yamami, telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar, telah menceritakan kepada kami Abu Zuamail dari Malik bin Martsad dari bapaknya dari Abu Dzarr ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” Hadits semakna diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, Jabir, Hudzaifah, ‘Aisyah dan Abu Hurairah. Berkata Abu ‘Isa: Ini merupakan hadits hasan gharib dan Abu Zumail bernama Simak bin Walid al-Hanafi.

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah Saw. didatangi seorang pengemis yang meminta sedekah. Kebetulan hari itu Nabi sedang tidak memiliki apa-apa untuk disedekahkan. Beliau termasuk orang yang pantang menolak  atas orang yang membutuhkan uluran tangannya.

Singkat cerita, Nabi lalu berkata kepada pengemis itu, “Wahai saudaraku, belilah seluruh kebutuhanmu, bilang saja aku (Muhammad) yang akan membayarnya,” pinta Nabi kepada pengemis itu.

Beberapa sahabat Nabi Muhammad yang menyaksikan peristiwa lalu ada yang nyeletuk, “Wahai Nabi, kenapa engkau membebankan pada dirimu sendiri atas sesuatu yang bahkan engkau sendiri tak mampu,” celetuk salah seorang sahabat Nabi.

Mendengar perkataan sahabat tadi sepertinya Nabi tersinggung, raut wajah Nabi tidak bisa membohongi ketersinggungannya di hadapan para sahabat.

Melihat ekspresi Nabi yang masam, dengan sigap lalu sahabat Abu Bakar menghampiri Nabi, lalu berkata, “Nabi, sedekahkanlah dan janganlah engkau takut kepada Allah meskipun yang engkau sedekahkan sedikit.”

Mendengar perkataan Abu Bakar, Nabi lalu tersenyum, raut wajah Nabi yang masam lalu sumringah di hadapan pengemis dan para sahabatnya. Nabi hanya tersenyum saja karena memang hari itu beliau tidak memiliki apa-apa untuk disedekahkan, hanya senyumlah pertahanan terakhirnya.

Oleh karena itu, Ketika kita tidak bisa berbuat kebajikan dengan harta, senyuman dapat mewakili kebaikan tersebut kepada orang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (HR. al-Hakim).

Selain senyum terhitung sedekah, senyuman merupakan ekspresi paling penting yang dibutuhkan oleh manusia dalam berinteraksi secara sosial dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Apapun budayanya, senyuman adalah ekspresi yang dapat dipahami semua orang sebagai tanda kebaikan, ketulusan hati dan juga keramahan.

Seseorang yang mudah tersenyum dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, akan mampu berinteraksi secara baik dengan sesama manusia di sekitarnya. Ia akan disenangi dan disayangi banyak orang. Karena senyum juga memiliki makna pengerat silaturahmi. Sebab ia merupakan bahasa tubuh yang mampu ditangkap sebagai komunikasi sosial. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Muslim :

 لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

 “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR Muslim).

Tersenyum dan menampakkan wajah yang berseri juga merupakan bentuk kebaikan yang tidak dapat diremehkan. Hal ini karena senyum kepada lawan bicara, atau orang yang ditemui akan mencairkan hati dan menimbulkan kebahagiaan. Andai berat untuk tersenyum, setidaknya janganlah bermuka masam, kecut, sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka cerah dan berseri itu sudah dihitung kebaikan di dalam Islam. Dan sebagai seorang muslim yang menjunjung tinggi hablumminannas sudah sepantasnya menebarkan senyum dan sapa kepada siapa saja yang ditemuinya.

Dalam riwayat Ibnu Abi Dunya telah disebutkan;

وَعَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ

 “Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria (tersenyum) kepada orang-orang.” 

Tidak hanya berpatokan dalam hadist, secara medis pun telah dipaparkan bahwasannya senyum itu sehat. Terbukti dari beberapa manfaat tersenyum, antara lain:

  1. Senyum bisa meredakan stress. Orang yang stres bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang tampak letih dan lelah.
  2. Senyum dapat meningkatkan imun tubuh. Tak hanya untuk kondisi psikologis, manfaat senyum juga bisa berefek pada sistem daya tahan tubuh manusia. Disebutkan bahwa senyuman meningkatkan sistem imun karena membantu kita untuk lebih tenang dan rileks, sebagai efek dari dilepaskannya neurotransmitter di otak.
  3. Senyum menurunkan tekanan darah. Ketika tersenyum maka ada penurunan nilai tekanan darah yang terukur dan stabil.
  4. Senyum terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum bisa membantu mengangkat wajah sehingga membuat orang tampak lebih muda.

Lantas apakah semua senyuman menggambarkan seseorang itu selalu bahagia?

Telah kita ketahui senyum merupakan bentuk ekspresi wajah yang menunjukkan kebahagiaan. Namun ternyata tidak semua senyuman memiliki arti yang sama. Kadangkala di balik senyuman itu ada rahasia kesuraman hati dan kekelaman hidup. Tersenyum di hadapan manusia menjadi upaya seseorang untuk menutupi luka.

Memang sulit untuk tersenyum saat kita sedang terluka dan bersedih. Tapi tak mengapa jika mengakui kesedihan itu. Namun setelah itu cobalah untuk tersenyum yang mungkin berefek baik bagi diri sendiri. Hati kita menjadi lebih lapang dan tenang, menerima apapun yang terjadi dengan ikhlas dan yakin bisa melewati semuanya.

Tersenyum tidak selalu berarti bahagia. Terkadang dengan senyuman itu hanya untuk  menguatkan diri guna menenangkan hati yang resah, dan menjalani hidup dengan sikap yang lebih positif.

Senyuman juga bisa menjadi bentuk keberanian. Terkadang, seseorang memilih untuk tersenyum hanya karena mereka tidak ingin mengungkapkan atau menjelaskan mengapa mereka merasa sedih. Ini adalah cara mereka untuk tetap tegar di tengah kesulitan yang mereka alami.

Seorang muslim selalu dianjurkan untuk memiliki sifat lapang dada dan senantiasa terbuka untuk menebarkan senyuman kepada orang lain. Ini adalah bentuk sedekah yang ringan namun memiliki dampak besar dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Setiap hari, kita berinteraksi dengan banyak orang, dan dengan senyuman yang tulus, kita bisa memberikan kebaikan kepada mereka dalam bentuk yang sederhana namun bermakna.

Tidak hanya dalam Islam, tetapi juga dalam berbagai budaya dan agama, senyuman dianggap sebagai tanda kebaikan, ketulusan hati, dan keramahan. Senyuman adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang budaya atau agama. Oleh karena itu, mari praktikkan akhlak mulia ini dengan senantiasa tersenyum kepada orang lain.

Ingatlah, senyuman bukan hanya untuk menyembunyikan rasa sakit atau kesedihan, tetapi juga sebagai cara untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain. Dengan senyuman, kita bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik, penuh dengan kebahagiaan, dan penuh kasih sayang.


Penulis merupakan mahasantri semester 5 angkatan Rihlah

Editor : Alfiya Hanafiyah

Tags: artikelmahad alyMahasantri
Previous Post

Periode Terakhir: Perkembangan Hadist Abad ke-7 Hijriyah

Next Post

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Hadist Nabi

Viki Junianto

Viki Junianto

Santri Tebuireng

Related Posts

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Artikel

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Desember 31, 2025
Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah
Artikel Ringan

Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah

by Irma Nurdin
Desember 31, 2025
Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse
Artikel Ringan

Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse

by Ridwan GG
November 27, 2025
Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis
Artikel

Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis

by Ma’sum
November 24, 2025
Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’
Artikel

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’

by Dhion Rahmadi Fajar
November 15, 2025
Next Post
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Hadist Nabi

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Hadist Nabi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Perayaan Idulfitri dalam Hadis Nabi SAW: Sejarah, Keutamaan, dan Pemaknaannya

Perayaan Idulfitri dalam Hadis Nabi SAW: Sejarah, Keutamaan, dan Pemaknaannya

April 11, 2025
Mengatasi Error 403 pada OJS

Mengatasi Error 403 pada OJS

Agustus 29, 2023
Urutan Turunnya Surat Al-Qur’an

Urutan Turunnya Surat Al-Qur’an

Agustus 29, 2023

Browse by Category

  • Artikel
  • Artikel Ringan
  • Berita
  • biografi
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Library Management System
  • Opini
  • Orientalis
  • powerpoint
  • Resensi
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • tafsir dan ulum al-qur'an
  • Tasawuf dan Tarekat
  • Tekno
  • ulumul hadits
  • Uncategorized

Browse by Tags

agama ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kitab kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari MAHA mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa Ramadhan sanad santri sejarah Shalat takhrij Tarawih Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Account
  • Edit Profile
  • Game Hadis
  • Koleksi Kitab Digital
  • Kontributor
  • Login
  • Login
  • Logout
  • My Profile
  • NUSKHA
  • Password Reset
  • Password Reset
  • Pendaftaran Akun Penulis
  • Perpus MAHA
  • Register
  • جدول مراتب الجرح والتعديل

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kajian Hadis
  • Kajian Fikih
  • Berita
  • Mulai menulis

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?