• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Artikel

Kontribusi Ulama Hadist Abad ke-4 Hijriyah

Viki Junianto by Viki Junianto
Agustus 29, 2023
in Artikel, Sejarah Hadis, Uncategorized
0
Sejarah Perkembangan Hadis Pada Abad Kedua Hijriyah

Penulis : Nova Rischa Mughfianagari

Era memasuki permulaan abad ke-4 Hijriyah, Daulah Islam diuji dengan kekacauan politik yang merusak kesatuan dan menjadikannya negara-negara kecil yang terpencar dan terpecah belah. Propaganda politik abad ini ditandai dengan kemunduran Daulah Abbasiyah.

Bani Abbasiyah adalah dinasti Islam yang berhasil membawa kemajuan peradaban Islam. Keberhasilan Islam pun berkembang pesat bahkan di berbagai aspek. Inilah yang menjadi bukti peradaban Islam pernah mencapai kejayaan dan kemajuan.  Namun kejayaan ini pada akhirnya mengalami kemunduran hingga keruntuhan. Runtuhnya Bani Abbasiyah disebabkan dua faktor, yakni internal dan eksternal.

Faktor internal pertama yaitu, kelemahan dan ketidakmampuan khalifah dalam memimpin dan mempertahankan perselisihan dalam aspek politik. Runtuhnya Bani Abbasiyah berawal dari tindakan Al-Makmun pada tahun 813-842  yang mengangkat saudara kandungnya untuk melanjutkan pemerintahannya yaitu Al-Mukhtasin pada tahun 833-842. pada masa pemerintahan Al-Mukhtasin, ia memindahkan ibu kota yang semulanya di Baghdad beralih ke kota Samaara sekitar 75 km dari hulu sungai Tigris.

Perbuatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemerintahannya. Selain itu, ia juga mengangkat dan mengumpulkan orang Turki untuk mendorong kemajuan dalam pemerintahannya. Namun, rencana tersebut belum berjalan sepenuhnya karena beliau menghembuskan nafas terakhir pada tahun 842. Sehingga tahta pemerintahan di wariskan kepada khalifah selanjutnya yang memiliki kredibilitas lemah.

Faktor lainnya yaitu, perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. Lahirnya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri, kemunduran sistem perekonomian, munculnya aliran-aliran sesat, dan fanatisme dalam keagamaan. Itulah penyebab yang mempengaruhi kemunduran peradaban Bani Abbasiyah.

Adapun faktor eksternal yaitu terjadinya perang Salib dan penyerangan yang dilakukan oleh bangsa Mongol ke Bani Abbasiyah. Perang Salib terjadi karen keluarga Seljuk merampas Baitul Maqdis. Sehingga membuat umat Kristen menanamkan kebencian pada umat Islam. Pada akgirnya, Paus Urbanus II pada tahun 1095 memberikan perintah pada semua umat Kristen untuk melakukan perang Suci atau yang disebut perang Salib.

Meskipun angin abad ini membawa hembusan propaganda, namun ilmu pengetahuan dan gerakan-gerakan ilmiah masih berkembang pada saat itu, bahkan para ulama bermigrasi dari daerah satu ke daerah lainnya untuk saling berbagi pengetahuan, mereka memperlihatkan kitab-kitab dan riwayat-riwayat yang didengar kepada para guru.

Sementara itu, abad ke-4 Hijriyah ini adalah abad pemisah antara ulama mutaqoddimin, yang dalam penyusunan kitab hadist mereka berusaha sendiri menemui para sahabat atau tabi’in penghafal hadist kemudian meneliti sendiri dengan ulama mutaakhirin yang usahanya menyusun kitab-kitab hadits, mereka hanya menukil dari litab-kitab ulama mutaqoddimin. 

Mereka juga memiliki geliat ilmiah dalam mengkritik para perawi, mensyarah, meringkas dan memverifikasi hadist, baik dalam ilat-ilat hadis, sejarah para perawi dan ilmu hadist secara umum. Mereka juga menghimpun kitab-kitab hadist yang tercecer pada masa sebelumnya, atau menyingkatnya dengan menghapus rantai sanad yang memang diaharuskan untuk dibuang, mereka juga melakukan penertiban serta merevisi hadis-hadis.

Gerakan Syarah dan Ikhtisar ini dilakukan karena para ulama telah menyadari bahwa upaya seleksi hadis telah mencapai puncaknya pada gerakan shahîh yang dipelopori oleh Bukhârî sehingga pada abad IV Hijriah dan seterusnya para ulama hanya sebatas menyalin, memeriksa, melengkapi, menyelidiki, mensyarah dan meringkas karya-karya sebelumnya.

Diantara fokus ulama abad ke-4 Hijriyah ialah menyalin kitab-kitab shahih seperti shahih Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Sukan, dan Sahih al-Hikam. Ada juga yang merangkai kitab-kitab sunan, kitab-kitab ahkam, kitab-kitab shahih, dan masih banyak kitab-kitab lainnya. Contohnya seperti kitab Muntaqo Ibn al-Jarud, Sunan al-Daruqutni dan Sunan al-Baihaqi.

Dalam proses memverifikasi dan meriwayatkan hadist, para ulama membutuhkan waktu dan usaha yang sangat panjang, karena para ulama pada masa-masa terdahulu, tidak mengambil referensi dalam meriwayatkan hadis kecuali dari riwayat lisan,  mereka tidak hanya bergantung pada kitab-kitab saja. Dengan demikian mereka dapat meriwayatkan hadis dengan menyimak (sima’i) dari para pengarang nya, meskipun hal tersebut membebankan mereka dengan melakukan perjalanan selama berbulan-bulan.

Adapun karya-karya yang lahir pada abad ini diantaranya al-Ilzamat ‘ala al-Bukhari wal Muslim karya al-Daruquthni, al-Mustadrak ‘alâ al-Shahîhayn karya al-Hâkim, Minhâj fî syarh Shahîh Muslim karya al-Nawawi, Fath al-Bari ‘ala Shahin al-Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, al-Anma’wa al Taqsim oleh Ibn Hibban, al Musnad oleh Abu Amanah, al-Mustaqa oleh Ibn Jarud, al-Mukhtarah oleh Muhammad Ibn Abd Al Wahid al Maqdisi ibn Hibban dan masih banyak lagi.


Penulis merupakan semester 5 angkatan Rihlah

Tags: kajianhadistma'hadalyhasyimasy'ariMahasantri
Previous Post

Abad ke-3 Hijriyah ‘The Golden History of Hadith’

Next Post

Perkembangan Hadist Rentang Abad ke-5 hingga ke-6 Hijriyah

Viki Junianto

Viki Junianto

Santri Tebuireng

Related Posts

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Artikel

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Desember 31, 2025
Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah
Artikel Ringan

Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah

by Irma Nurdin
Desember 31, 2025
Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse
Artikel Ringan

Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse

by Ridwan GG
November 27, 2025
Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis
Artikel

Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis

by Ma’sum
November 24, 2025
Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’
Artikel

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’

by Dhion Rahmadi Fajar
November 15, 2025
Next Post
Sejarah Perkembangan Hadis Pada Abad Kedua Hijriyah

Perkembangan Hadist Rentang Abad ke-5 hingga ke-6 Hijriyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Mengatasi Deprecated pada Repository SETIADI

Mengatasi Deprecated pada Repository SETIADI

Agustus 29, 2023
Sebuah Catatan Kritis: Islam Tidak Perlu Difeminisasi

Sebuah Catatan Kritis: Islam Tidak Perlu Difeminisasi

Oktober 29, 2024
Jejak Literasi Hadis: Metode dan Perjalanan Pembukuannya (Part 1)

Jejak Literasi Hadis: Metode dan Perjalanan Pembukuannya (Part 1)

Januari 26, 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Artikel Ringan
  • Berita
  • biografi
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Library Management System
  • Opini
  • Orientalis
  • powerpoint
  • Resensi
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • tafsir dan ulum al-qur'an
  • Tasawuf dan Tarekat
  • Tekno
  • ulumul hadits
  • Uncategorized

Browse by Tags

agama ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kitab kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari MAHA mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa Ramadhan sanad santri sejarah Shalat takhrij Tarawih Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Account
  • Edit Profile
  • Game Hadis
  • Koleksi Kitab Digital
  • Kontributor
  • Login
  • Login
  • Logout
  • My Profile
  • NUSKHA
  • Password Reset
  • Password Reset
  • Pendaftaran Akun Penulis
  • Perpus MAHA
  • Register
  • جدول مراتب الجرح والتعديل

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kajian Hadis
  • Kajian Fikih
  • Berita
  • Mulai menulis

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?