• Kontributor
  • Daftar
  • Login
  • Register
Upgrade
Nuskha
Advertisement
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
    • Kajian Hadis
      • ulumul hadits
      • Sejarah Hadis
    • Artikel Ringan
    • Kajian Fikih
    • Review Literatur
    • biografi
    • tafsir dan ulum al-qur’an
    • Tekno
  • Agenda
  • download
    • Skripsi
    • powerpoint
No Result
View All Result
Nuskha
No Result
View All Result
Home Artikel

Kesehatan Mental Dalam Perspektif Hadist Nabi

Maha santri by Maha santri
September 23, 2023
in Artikel, Artikel Ringan
0
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Hadist Nabi

Kesehatan mental adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Semakin kompleksnya tantangan dan tekanan hidup modern, semakin penting bagi kita untuk menjaga dan menyikapi kesehatan mental dengan baik. Islam mengajarkan tentang kebijaksanaan dan panduan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, termasuk dalam menyikapi kesehatan mental. Salah satu sumber ajaran yang berharga adalah hadist Nabi Muhammad Saw. Hadist-hadist ini memberikan wawasan dan petunjuk tentang cara menyikapi kesehatan mental dengan bijak dan seimbang.

Sebagai umat Islam, sudah semestinya kita berpegang teguh terhadap pedoman agama. Al-Qur’an dan Hadist menjadi rujukan pertama umat Islam. Disebutkan dalam hadist nabi mengenai kesehatan mental, kriteria orang yang memiliki mental sehat diantaranya: perasaan aman, merasa cukup dan tidak meminta-minta kepada orang lain, percaya diri, dan bertanggung jawab. Nabi Muhammad Saw. tidak hanya memfokuskan untuk menjaga kesehatan fisik saja, namun mental kita juga perlu diperhatikan. Dijelaskan dalam salah satu hadist Rasululllah Saw. sebagai berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ قَالَ كُنَّا فِي مَجْلِسٍ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى رَأْسِهِ أَثَرُ مَاءٍ فَقَالَ لَهُ بَعْضُنَا نَرَاكَ الْيَوْمَ طَيِّبَ النَّفْسِ فَقَالَ أَجَلْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ أَفَاضَ الْقَوْمُ فِي ذِكْرِ الْغِنَى فَقَالَ لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنْ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنْ اتَّقَى خَيْرٌ مِنْ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنْ النَّعِيمِ

“Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sulaiman] dari [Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib] dari [Bapaknya] dari [Pamannya] ia berkata, “Kami sedang duduk-duduk dalam sebuah majelis, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, sementara di kepalanya masih ada sisa air mandi. Sebagian kami berkata kepada beliau, “Hari ini kami melihatmu tampak bahagia, “beliau lantas menjawab: “Benar, segala puji bagi Allah.” Setelah itu orang-orang hanyut dalam perbincangan masalah kekayaan hingga beliau pun bersabda: “Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.”

Begitu penting nya menjaga kesehatan mental, Rasulullah Saw pernah mengajarkan doa kepada putrinya Sayyidah Fathimah radhiyallahu ‘anha untuk menjaga kesehatan mental. Rasulullah Saw. meminta Fathimah radhiyallahu ‘anha untuk membacanya pagi dan sore hari.

Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

 “Wahai Zat yang maha hidup dan maha kekal abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap.” (HR An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, Al-Baihaqi).

Dalam hadist-hadist Nabi Muhammad Saw. terdapat indikator  yang dapat membantu kita mengenali tanda-tanda kesehatan mental yang baik. Dalam hal ini, kita akan menjelajahi beberapa indikator kesehatan mental menurut hadis Nabi Saw. sehingga kita dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dalam perspektif Islam, diantaranya:

  1. Perasaan Aman

Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis Nabi Saw. mengenai percaya diri

Dalam hadist dari Ubaidillah bin Mihshan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي شُمَيْلَةَ الأَنْصَارِيُّ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الخَطْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا»

“Siapa yang pagi hari dalam kondisi aman jiwanya, sehat raganya, dan dia punya bahan makanan cukup di hari itu, seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya.”

Orang yang memiliki percaya diri, tanpa rendah diri, hidup tidak dihantui insecurity, maka hidupnya penuh dengan kedaimaian. Insecure sendiri adalah seseorang merasakan kecemasan, ragu atau kurang percaya diri hingga merasa tidak aman dan menjadi insecure.

Insecure adalah sifat yang normal. Namun, jika terjadi terus menerus bisa berakibat buruk pada diri sendiri. Jika tidak ditangani maka akan timbul gangguan, seperti masalah pada hubungan sosial dan lingkungan pekerjaan. Dan sifat seperti ini sangat berpengaruh pada mental.

      2. Merasa Cukup dan Tidak Meminta-minta Kepada Orang Lain

Istilah merasa cukup dalam Islam disebut Qona’ah. Agama islam sangat menegaskan sifat tersebut, seperti pada hadist Nabi Saw. :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَه

“Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia mendatangi seseorang lalu meminta kepadanya, baik orang itu memberi atau menolak”.

       3. Percaya diri

Sikap percaya diri adalah sikap mental, yang sangat berpengaruh untuk kehidupan sosial. Sikap percaya diri ini juga pernah di singgung oleh Rasulullah Saw. dalam riwayatnya:

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحْقِرْ أَحَدُكُمْ نَفْسَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَحْقِرُ أَحَدُنَا نَفْسَهُ قَالَ يَرَى أَمْرًا لِلَّهِ عَلَيْهِ فِيهِ مَقَالٌ ثُمَّ لَا يَقُولُ فِيهِ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَقُولَ فِي كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ خَشْيَةُ النَّاسِ فَيَقُولُ فَإِيَّايَ كُنْتَ أَحَقَّ أَنْ تَخْشَى

“Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dan Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari ‘Amru bin Murrah dari Abu Al Bahtari dari Abu Sa’id dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah salah seorang mencela dirinya sendiri.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang mencela dirinya sendiri?” Beliau menjawab, “Dia melihat perkara Allah diperbincangkan, lalu dia tidak mengatakan (pembelaan) kepadanya, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan berkata kepadanya kelak di hari kiamat, ‘Apa yang mencegahmu untuk mengatakan begini dan begini!’ lalu ia menjawab, ‘Saya takut terhadap manusia.’ Maka Allah pun berfirman: ‘Aku lebih berhak untuk kamu takuti.”

Menyikapi kesehatan mental dengan panduan hadist Nabi Saw. adalah langkah bijak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hadis-hadis tersebut memberikan wawasan dan petunjuk tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan indikator mengenai kesehatan mental. Dalam menghadapi tantangan kehidupan, kita dapat mengambil hikmah dari ajaran Islam dan menerapkannya dalam menjaga kesehatan mental kita. Penting untuk diingat bahwa kesehatan mental adalah aspek penting dari kehidupan kita yang harus diperhatikan dengan serius.

Dalam mencapai kesehatan mental yang baik, juga penting untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan. Konsultasikanlah masalah kesehatan mental Anda kepada ahli terapi atau konselor yang dapat memberikan dukungan dan panduan yang tepat.


Penulis : Aulia Rachmatul, Halimatus Sa’diyah, Ulfa Rufaidah

Editor : Alfiya Hanafiyah

Tags: artikelmahad alyMahasantri
Previous Post

Senyum; Refleksi Jiwa

Next Post

ISLAM DAN PARTISIPASI POLITIK

Maha santri

Maha santri

Related Posts

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan
Artikel

Wakaf: Lebih dari Sekadar Ubudiyyah, Refleksi Hadis Nabi dan Pemikiran M.A. Mannan

by Ridwan GG
Desember 31, 2025
Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah
Artikel Ringan

Pentingnya Memahami Perbedaan Antara Flexing dan Tahadduts bi An-Ni’mah

by Irma Nurdin
Desember 31, 2025
Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse
Artikel Ringan

Allah Open House Lima Kali, Manusia Open Excuse

by Ridwan GG
November 27, 2025
Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis
Artikel

Menimbang antara Upaya Melestarikan Tradisi Tabarruk dalam Periwayatan Hadis Musalsal dan Tuntutan Keabsahan Sanad Ilmiah dalam Kajian Hadis

by Ma’sum
November 24, 2025
Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’
Artikel

Bank Konvensional vs Bank Syari’ah : Kajian Komprehensif atas Interest Rate (Suku Bunga) dan konsep Riba’

by Dhion Rahmadi Fajar
November 15, 2025
Next Post
ISLAM DAN PARTISIPASI POLITIK

ISLAM DAN PARTISIPASI POLITIK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

register akun perpus maha

Premium Content

Potret Persaudaraan Muhajirin dan Anshar Dalam Kitab Fiqh Sirah an-Nabawiyah

Potret Persaudaraan Muhajirin dan Anshar Dalam Kitab Fiqh Sirah an-Nabawiyah

Januari 28, 2024
Menilik Hadist Dho’if Lebih Dalam

Menilik Hadist Dho’if Lebih Dalam

Oktober 17, 2023
‘Ataqoh Kubro Ijazah dari Hadratussyaikh

‘Ataqoh Kubro Ijazah dari Hadratussyaikh

Agustus 29, 2023

Browse by Category

  • Artikel
  • Artikel Ringan
  • Berita
  • biografi
  • Feminisme
  • Fikih Ibadah
  • Fikih Muamalah
  • Fiqhul Hadis
  • Hadis Tematik
  • Hasyimian
  • Kajian Fikih
  • Kajian Hadis
  • Library Management System
  • Opini
  • Orientalis
  • powerpoint
  • Resensi
  • Review Literatur
  • Sejarah Hadis
  • tafsir dan ulum al-qur'an
  • Tasawuf dan Tarekat
  • Tekno
  • ulumul hadits
  • Uncategorized

Browse by Tags

agama ahli fiqih Alam artikel bumi demonstrasi dirasat asanid fikih hadis hadist Hasyim Asy'ari ilmu hadis islam jurnal Kajianhadis kajian hadis kajianhadist kitab kritik hadis lingkungan ma'hadaly ma'had aly ma'hadalyhasyimasy'ari MAHA mahad aly mahad aly hasyim asyari Mahasantri masyayikh Tebuireng Metodelogi Muhaddis musthalah hadits Nabi Muhammad Nuskha OJS orientalis pesantren Puasa Ramadhan sanad santri sejarah Shalat takhrij Tarawih Tebuireng
Nuskha

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Navigate Site

  • Account
  • Edit Profile
  • Game Hadis
  • Koleksi Kitab Digital
  • Kontributor
  • Login
  • Login
  • Logout
  • My Profile
  • NUSKHA
  • Password Reset
  • Password Reset
  • Pendaftaran Akun Penulis
  • Perpus MAHA
  • Register
  • جدول مراتب الجرح والتعديل

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Kajian Hadis
  • Kajian Fikih
  • Berita
  • Mulai menulis

© 2023 Nuskha - powered by Perpustakaan Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?